Atung Bungsu: The Footsteps of the Ancestors in the Land of Rejang
Actions
🌐 Translations
BAB 3 — RUMAH YANG TELAH LEBIH DAHULU ADA
Pada suatu pagi, beberapa anggota rombongan Atung Bungsu kembali dari penjelajahan dengan wajah tegang.
💬 0Mereka membawa kabar bahwa terdapat kelompok masyarakat yang tinggal di wilayah tidak jauh dari permukiman sementara mereka.
💬 0“Di balik perbukitan, kami melihat rumah-rumah dan lahan yang dikelola oleh penduduk setempat,” lapor seorang anggota rombongan.
💬 0Atung Bungsu segera meminta penjelasan.
💬 0“Apakah kalian telah berbicara dengan mereka?”
💬 0“Belum, Tuan. Kami hanya melihat dari kejauhan. Kami tidak ingin menimbulkan masalah sebelum mengetahui siapa mereka.”
💬 0Atung Bungsu mengangguk. Ia memahami bahwa kedatangan rombongannya mungkin terlihat berbeda dari sudut pandang orang-orang yang telah tinggal di sana.
💬 0Ia kemudian memutuskan untuk tidak mengirim lebih banyak orang sebelum mengetahui keadaan sebenarnya.
💬 0“Kita datang untuk mencari tempat membangun kehidupan, bukan untuk menimbulkan ketakutan,” katanya.
💬 0Pada hari berikutnya, Atung Bungsu bersama beberapa orang yang dipercaya berangkat menuju kawasan tersebut.
💬 0Mereka melewati jalan setapak di antara pepohonan hingga akhirnya melihat sebuah permukiman. Beberapa penduduk sedang bekerja, sementara yang lain membawa hasil kebun.
💬 0Ketika melihat rombongan asing mendekat, sebagian penduduk menghentikan pekerjaan mereka.
💬 0Seorang pria melangkah maju.
💬 0“Siapakah kalian, dan apa tujuan kedatangan kalian?” tanyanya dengan nada waspada.
💬 0Atung Bungsu tidak langsung melangkah lebih dekat. Ia berhenti pada jarak yang dianggapnya pantas.
💬 0“Namaku Atung Bungsu. Kami datang dari perjalanan panjang untuk mencari tanah tempat membangun kehidupan baru.”
💬 0Pria itu memperhatikan pakaian dan perlengkapan mereka.
💬 0“Tanah ini bukan tempat kosong. Kami telah hidup di sini bersama keluarga dan masyarakat kami.”
💬 0Atung Bungsu mengangguk.
💬 0“Aku memahami bahwa kalian memiliki kehidupan di sini. Kami tidak datang dengan niat mengganggu keluarga kalian.”
💬 0“Lalu, mengapa kalian mendirikan permukiman di wilayah ini?”
💬 0Pertanyaan itu membuat Atung Bungsu terdiam sejenak.
💬 0Ia menyadari bahwa niat baik saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan tanah.
💬 0“Kami menemukan kawasan yang menurut kami cocok untuk membangun kehidupan. Namun, kami belum mengetahui seluruh keadaan wilayah ini. Karena itu, aku datang untuk berbicara.”
💬 0Pria tersebut belum sepenuhnya percaya.
💬 0“Namaku tidak penting untuk saat ini. Yang perlu kalian ketahui, masyarakat kami mempunyai pemimpin dan adat yang harus dihormati.”
💬 0Atung Bungsu mengangguk sekali lagi.
💬 0“Kalau begitu, izinkan aku bertemu dengan pemimpin kalian. Aku ingin menyampaikan maksud kami secara langsung.”
💬 0Setelah berdiskusi dengan beberapa penduduk, pria itu akhirnya bersedia membawa pesan Atung Bungsu kepada pemimpin masyarakat mereka.
💬 0Sebelum rombongan itu pergi, ia menyampaikan satu peringatan.
💬 0“Jangan menganggap bahwa tanah yang kalian temukan adalah tanah yang tidak memiliki pemilik hanya karena kalian belum melihat penghuninya.”
💬 0Kalimat itu terus terngiang di benak Atung Bungsu sepanjang perjalanan pulang.
💬 0Ia tidak ingin membatalkan harapan rombongannya untuk menetap. Namun, ia juga tidak dapat mengabaikan keberadaan masyarakat yang telah lebih dahulu membangun kehidupan di kawasan tersebut.
💬 0Malam itu, ia mengumpulkan rombongannya.
💬 0“Kita harus memahami keadaan sebelum melangkah lebih jauh,” katanya.
💬 0Salah seorang anggota rombongan tampak tidak puas.
💬 0“Bukankah kita telah bersusah payah menemukan tempat ini? Mengapa sekarang kita harus memikirkan orang lain?”
💬 0Atung Bungsu menatapnya dengan serius.
💬 0“Karena kesulitan yang kita alami tidak menghapus kehidupan orang lain. Kita berhak mencari tempat untuk hidup, tetapi kita juga harus memahami hak dan kepentingan mereka yang telah berada di sini.”
💬 0Tidak semua orang menerima penjelasan itu dengan mudah.
💬 0Sebagian mulai mengkhawatirkan masa depan mereka. Sebagian lain takut bahwa perselisihan akan membuat perjalanan panjang mereka sia-sia.
💬 0Atung Bungsu sendiri belum mengetahui bagaimana persoalan tersebut akan berakhir.
💬 0Namun, ia telah mengambil keputusan: sebelum ada kesepakatan, ia tidak akan membiarkan keinginannya untuk menetap menjadi alasan bagi rombongannya untuk bertindak sewenang-wenang.
💬 0
Paragraph Comments 0
Log in to comment
Login