Atung Bungsu: The Footsteps of the Ancestors in the Land of Rejang
Actions
🌐 Translations
BAB 1 — PETUNJUK DARI ALIRAN SUNGAI
Kabut tipis menyelimuti pepohonan ketika matahari mulai muncul dari balik pegunungan. Di sebuah tempat yang jauh dari keramaian, Atung Bungsu berdiri di tepi sungai sambil memperhatikan air yang mengalir di antara bebatuan.
💬 0Perjalanan panjang telah membawanya melewati hutan, lembah, dan berbagai wilayah yang belum pernah dikenalnya. Bersama rombongannya, ia membawa harapan untuk menemukan tanah yang dapat menjadi tempat tinggal dan membangun kehidupan baru.
💬 0Namun, perjalanan itu bukan perkara mudah.
💬 0Mereka membutuhkan tanah yang cukup luas untuk bercocok tanam, sumber air yang memadai, serta lingkungan yang memungkinkan keturunan mereka hidup dengan aman.
💬 0Seorang anggota rombongan menghampirinya.
💬 0“Apakah kita akan terus berjalan, Tuan? Persediaan makanan semakin berkurang,” tanyanya.
💬 0Atung Bungsu menatap aliran sungai di hadapannya.
💬 0“Kita tidak boleh memilih tanah hanya karena terlihat indah. Tanah yang baik harus mampu memberi kehidupan kepada orang-orang yang tinggal di atasnya.”
💬 0Ia teringat petunjuk yang telah diterimanya: menyusuri sungai, memperhatikan pertemuan aliran air, dan membandingkan keadaan setiap tempat sebelum menentukan pilihan.
💬 0Bagi Atung Bungsu, air bukan sekadar kebutuhan. Air merupakan tanda kehidupan. Di tempat yang memiliki aliran air baik, manusia dapat menanam tanaman, memelihara ternak, dan membangun permukiman.
💬 0Mereka kembali melanjutkan perjalanan.
💬 0Beberapa hari kemudian, rombongan itu tiba di sebuah kawasan yang memiliki tanah subur dan pemandangan pegunungan yang luas. Aliran sungai mengalir di antara pepohonan, sementara lembah di sekitarnya terlihat memungkinkan untuk dijadikan lahan pertanian.
💬 0Atung Bungsu berhenti.
💬 0“Lihatlah tempat ini,” katanya kepada rombongannya. “Tanahnya luas, airnya mengalir, dan alamnya memberikan harapan.”
💬 0Seorang anggota rombongan mengangguk.
💬 0“Apakah ini tempat yang kita cari?”
💬 0Atung Bungsu belum langsung menjawab. Ia berjalan menyusuri tepian sungai, memperhatikan tanah, dan melihat kawasan di sekelilingnya.
💬 0“Kita akan mempelajarinya terlebih dahulu. Keputusan besar tidak boleh dibuat hanya berdasarkan keinginan.”
💬 0Hari itu, rombongan beristirahat di dekat sungai. Mereka mendirikan tempat berteduh sederhana dan mulai mempersiapkan makanan.
💬 0Untuk pertama kalinya setelah perjalanan panjang, mereka merasakan kemungkinan bahwa pencarian mereka akan segera berakhir.
💬 0Namun, Atung Bungsu belum mengetahui satu hal penting.
💬 0Tanah yang dianggapnya sebagai awal kehidupan baru ternyata telah memiliki sejarahnya sendiri.
💬 0Di balik hutan dan perbukitan, masyarakat lain telah hidup, membangun keluarga, menjaga adat, dan menganggap kawasan tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka.
💬 0Pertemuan antara dua rombongan itu kelak akan menguji kebijaksanaan Atung Bungsu.
💬 0Dan semuanya bermula dari sebuah sungai.
💬 0
Paragraph Comments 0
Log in to comment
Login